CEO Arema FC Klaim Siap Terima Sanksi Apapun dari PSSI

Berita Bola

Berita Bola,  CEO Arema FC Klaim Siap Terima Sanksi Apapun dari PSSI

Menanggapi peristiwa melubernya ratusan Aremania ke dalam lapangan saat jeda pertandingan dan usai pertandingan, CEO Arema FC, Iwan Budianto, mengakui kecewa dengan kejadian tersebut.

Menurut Iwan, ia menyayangkan apa yang dilakukan Aremania dan akan memanggil perwakilan suporter guna membicarakan dan kejelasan masuknya suporter ke lapangan.

“Klub akan memanggil para perwakilan Aremania mengajak bicara. Bahwa kerugian ini tidak hanya klub yang menanggung. Tapi juga Aremania sendiri,” ungkap Iwan Budianto, Senin (8/10/2018).

Akan tetapi, pria yang juga Ketua Kepala Staf Ketua Umum PSSI ini meyakini Aremania memiliki jiwa ksatria dan tegas lapang dada menerima sanksi apapun yang diberikan.

“Aremania dikenal punya jiwa ksatria. Bahwa apa yang telah dilakukan dan tegas melanggar regulasi. Maka akan ada konsekuensinya bisa laga tanpa penonton bisa sampai laga usiran, dan sebagai ksatria harus berbesar hati untuk menerima hukuman apapun itu,” ujar Iwan Budianto, dilansir KamusJudi.

[ Baca Juga : Kubu Arema FC Bantah Bila Diuntungkan Kepemimpinan Wasit ]

Pihaknya pun meminta agar netizen dan Aremania mejaga diri dan bersikap bijak dal menanggapi segala informasi di media sosial. “Tetap mejaga kondusifitas. Mari kita songsong perubahan yang lebih baik di laga laga berikutnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, ribuan Aremania meluber sesaat setelah wasit Dodi Setia Purnama meniup peluit tanda berakhirnya laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu petang di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Tak hanya itu saat jeda pertandingan dua Aremania yang salah satunya dirijen Aremania Yuli Sumpil tertangkap melakukan provokasi kepada penjaga gawang Persebaya Surabaya Alfonsius Kelvans yang membuat terjadi keributan kecil.

Alhasil pihak keamanan termasuk media Officer Sudarmadji turut turun tangan menenangkan Yuli Sumpil dan satu Aremania lainnya.