Hendri Susilo Kritik Goran Ljubojevic

Judi Online

Judi Online – Kritik Goran Ljubojevic,

Performa striker Sriwijaya FC Goran Ljubojevic kembali menjadi sorotan. Kendati mencetak gol ketika bermain imbang 1-1 melawan Semen Padang di laga pamungkas Piala Gubernur Sumsel 2015, jajaran pelatih Sriwijaya FC menilai penampilan Ljubojevic masih belum sesuai harapan.

Dalam pertandingan itu, Ljubojevic membuka keunggulan bagi Sriwijaya FC pada menit ke-19, sebelum disamakan Airlangga Sucipto pada menit ke-28. Meski menyumbang gol, asiten pelatih Sriwijaya FC Hendri Susilo masih kurang puas.

“Hasil imbang ini memang sangat pantas bagi kedua tim. Namun kita masih banyak yang harus dibenahi. Lini depan harus diperbaiki. Memang Goran mencetak gol, tapi penampilannya belum sesuai dengan harapan kami. Masih jauh,” cetus Hendri.

Sementara itu, pelatih Semen Padang Nilmaizar mengaku puas dengan permainan, tapi tidak hasil akhir. Jajaran pelatih juga telah dapat menyimpulkan kerangka tim Indonesia Super League (ISL) 2015.

“Secara permainan, Anak-anak sudah bermain sangat bagus. Tapi kalau secara turnamen kita rugi, karena hasil imbang kita tidak jadi juara. Setelah ini kita akan terus evaluasi, (baik) serangan, ataupun pertahanan, agar bisa lebih baik lagi,” kata Nil.

Mengenai kondisi Saepulloh usai mengalami benturan di babak kedua, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit, Nil berharap tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Sepertinya itu cedera pelipis benturan dengan Ferdinand. Tapi biasanya tidak parah, karena itu sudah biasa dalam sepakbola. Saya dulu pernah juga cedera seperti itu. Tapi untuk jelasnya saya belum tahu,” pungkasnya.

Sementara itu, pagelaran Piala Gubernur Sumsel 2015 tidak dibanjiri pendukung tuan rumah. Batalnya sejumlah klub ISL ambil bagian dinilai menjadi penyebab minimnya animo masyarakat menyaksikan turnamen tersebut.

Judi Online

“Wong Kito ini, kalau lawan kurang bagus pasti tidak mau nonton ke stadion. Coba kalau lawan tim seperti Arema [Cronus], atau Persija [Jakarta], saya yakin animonya pasti beda, pasti lebih ramai. Selain itu, harga tiket 20 ribu di tribun selatan terlalu mahal,” kata Edi.

Namun hal itu dibantah ketua panitia pelaksana (panpel) Augie Bunyamin. Menurutnya, peserta turnamen yang bercampur dengan klub dari Divisi Utama, bukan alasan masyarakat menjadi malas menyaksikan di stadion.

“Kalau untuk suporter memang jumlahnya seperti ini. Tapi kalau untuk umum, mungkin masa ada ketakutan dari masyarkat karena sering terjadinya keributan suporter. Di hari pertama saja ada tiga korban yang kena cuka para, tapi kejadiannya bukan di area stadion, jauh di luar sana,” ungkap Augie.

 

BintangBola | 338Poker
Customer Satisfaction is Our Main Concern

BBM : 2A3AF1B1
WhatsApp : +855 9696 23232
WeChat : Bintangbola
YM : csbintangbola |csbintangbola2
Facebook : bintangbola
Twitter : @bintang_bola
Google+ : +BintangBola