Pesan WhatsApp Emiliano Sala Sebelum Hilang dari Radar

Berita Bola

Berita Bola,  Pesan WhatsApp Emiliano Sala Sebelum Hilang dari Radar

Pesawat yang ditumpangi penyerang anyar Cardiff City, Emiliano Sala, hilang dari radar pada Selasa 22 Januari 2019 siang WIB. Terakhir kali pesawat yang ditumpangi Sala terdeteksi di Selat Channel, daerah yang menghubungkan antara Prancis dan Inggris.

Hilangnya Sala jelas sebuah kejutan. Sebab, Sala baru saja diboyong Cardiff dari Nantes seharga 15 juta pounds. Penyerang asal Argentina itu diharapkan dapat mendongkrak posisi Cardiff yang kini masih tertahan di zona degradasi Liga Inggris 2018-2019.

Emiliano Sala

Cardiff memboyong Sala karena penyerang 28 tahun itu tampil impresif bersama Nantes musim ini. Dari 19 penampilan di Liga Prancis 2018-2019, eks penyerang Bordeaux itu mengoleksi 12 gol. Karena itu, setelah transfernya rampungnya, ia pun terbang ke Inggris.

[ Baca Juga : Alasan Juventus Enggan Duetkan Ronaldo dengan Higuain ]

Nahas bagi Sala, pesawat yang ditumpanginya hilang dari radar. Sebelum hilang, Sala sempat menghubungi teman dekatnya lewat aplikasi WhatsApp Voice. Media asal Argentina, Ole, pun membeberkan isi pesan yang ditujukan Sala kepada teman dekatnya, beberapa saat sebelum kejadian nahas itu terjadi.

Berikut isi pesan WhatsApp Sala sebelum pesawat yang ditumpanginya hilang dari radar:

“Hallo, saudaraku, bagaimana kabar Anda? Saudaraku, aku sudah mati, aku di sini di Nantes sedang melakukan sesuatu. Saya di sini di pesawat yang sepertinya akan hancur. Saya akan pergi ke Cardiff. Besok, saya akan mulai berlatih besama tim baru saya,” ujar Sala, dilansir KamusJudi.

Emiliano Sala

(Sala sebelumnya sempat menyambangi markas Cardiff City: Foto: Laman resmi Cardiff)

“Mari kita lihat apa yang terjadi. Jadi, bagaimana kabar kakak dan adik, Oke? Jika dalam satu setengah jam Anda tidak mendapat kabar dari saya, saya tidak tahu apakah mereka akan mengirim seseorang untuk mencari saya. Sebab, tidak akan ada yang dapat menemukan saya. Asal Anda tahu, berapa takutnya saya,” tutup penyerang kelahiran 31 Oktober 1990 itu.