Soccerpedia: Poros Serangan Formasi 4-3-3 milik PSG

Bandar Bola
Piala Eropa 2016

Berita Bola,PARIS Saint-Germain (PSG) akan menghadapi laga hidup dan mati melawan Manchester City di leg kedua babak perempatfinal Liga Champions 2015-2016, Rabu 13 April 2016 dini hari WIB. Kemenangan wajib diraih PSG mengingat di leg pertama mereka ditahan imbang 2-2 oleh City di Parc des Princes.

Dua gol City di leg pertama membuat PSG wajib mencetak gol tandang di Etihad Stadium. Untuk bisa mewujudkan hal itu, pelatih Laurent Blanc diyakini masih akan menjadikan bintang mereka yakni Zlatan Ibrahimovic sebagai poros serangan dengan bentuk formasi 4-3-3, seperti yang biasa digunakannya selama ini.

Dalam formasi ini, Ibra sebagai striker menjadi poros permainan PSG. Bisa dibilang ketika menerapkan strategi ini, PSG sangat Ibra-sentris karena semua umpan akan ditujukan kepada pesepakbola berusia 34 tahun itu yang fokus berada di depan untuk menerima bola.

Postur tubuh Ibra yang tinggi memang mendukung untuk penerapan skema 4-3-3. Karena dalam skema ini, tubuh tinggi striker memang sangat diperlukan ketika menerima umpan-umpan silang yang biasa diberikan rekan-rekannya.

Peran Ibra ini sendiri sangat bergantung kepada para winger. Winger dalam formasi 4-3-3 berperan besar dalam mengalirkan bola dan umpan-umpan kepada striker. Itu artinya, Edinson Cavani dan Angel di Maria harus bergerak aktif dari sisi sayap untuk memberikan umpan-umpan silang kepada Ibra.

Tugas Cavani dan Di Maria bisa dikatakan cukup berat. Mereka harus selalu memanjakan Ibra dengan kiriman-kiriman bola. Tak hanya itu, Cavani dan Di Maria juga bertugas untuk menjaga para fullback lawan ketika tim lawan sedang mengusai bola.

Kesuksesan Cavani dan Di Maria menerima bola juga tak tidak terlepas dari peran tiga gelandang. Pada formasi 4-3-3 ini, gelandang tengah, dalam hal ini adalah Thiago Motta, bertugas untuk membantu wilayah pertahanan dengan diposisikan di depan empat bek.

Sementara itu, dua gelandang lainnya yakni Blaise Matuidi dan Adrien Rabiot, lebih bertugas mengatur tempo permainan. Peran Matuidi dan Rabiot sangat vital untuk mengalirkan bola dari belakang kepada Cavani dan Di Maria.

Posisi 4-3-3 sendiri bisa dibilang sebagai formasi yang cukup banyak digunakan tim-tim Eropa karena dinilai sebagai formasi yang sangat menyerang. Beberapa tim yang sering menggunakan formasi ini di antaranya adalah Barcelona, Real Madrid, Inter Milan, dan sesekali AC Milan.