Ditunjuk sebagai Caretaker Arsenal, Ini Janji Freddie Ljungberg

Berita Bola

Berita Bola,  Ditunjuk sebagai Caretaker Arsenal, Ini Janji Freddie Ljungberg

Arsenal sudah resmi memecat Unai Emery sebagai pelatih kepala. Kesebelasan asal London Utara itu langsung menunjuk Fredrik Ljungberg sebagai pelatih interim sembari mencari suksesor Unai Emery. Sang legenda langsung angkat bicara mengenai targetnya selaku pelatih interim.

“Entah seberapa lama saya menangani Arsenal, saya akan memberikan segalanya untuk mengembalikan senyuman lagi. Kami sudah ditunggu jadwal padat dalam beberapa minggu ke depan dan tim butuh dukungan Anda. Mari bekerja!” tulis Freddie Ljungberg di akun Twitter pribadinya @freddie, Jumat (29/11/2019).

Freddie Ljungberg langsung memimpin sesi latihan Arsenal (Foto: Twitter/Arsenal)

Sebagaimana diberitakan kepada Panduan Bermain Judi, pemecatan Unai Emery diumumkan langsung oleh Josh Kroenke selaku perwakilan pemilik Arsenal, Kroenke Sports & Entertainment. Ia mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan sumbangsih pelatih asal Spanyol itu selama di Colney (markas latihan Arsenal) dan mendoakan yang terbaik untuk masa depan.

Baca Juga :

Bali United Hanya Butuh Satu Poin Tambahan untuk Juara Liga 1 2019

Pemecatan Unai Emery sudah diperkirakan oleh sejumlah pengamat, terutama di Liga Inggris. Sebab, prestasi Arsenal tidak kunjung membaik di bawah asuhan pelatih berusia 47 tahun itu selama 18 bulan terakhir.

Manajemen Arsenal menunjuk Unai Emery sebagai penerus Arsene Wenger yang memutuskan mundur setelah 12 tahun bersama pada Juni 2018. Selama menangani Mesut Ozil dan kolega, Unai Emery memang belum mempersembahkan satu trofi meski sempat membawa ke Final Liga Eropa 2018-2019.

Statistik Arsenal di bawah Unai Emery juga tidak bisa dibilang mengecewakan. Dalam 78 pertandingan, klub yang bermarkas di Stadion Emirates itu berhasil menorehkan 43 kemenangan, 15 kali imbang, dan 20 kali kalah.

Namun, hasil tanpa kemenangan dalam tujuh laga terakhir sulit untuk diterima sehingga Unai Emery harus kehilangan jabatannya. Kepemimpinannya juga dipertanyakan menyusul isu panasnya ruang ganti Arsenal akibat perseteruan Granit Xhaka dengan suporter, serta ketidaksukaan sang pelatih terhadap bintang klub, Mesut Ozil – Kamus Judi.